Sejarah dan Asal-Usul Danau Toba Di Sumatera Utara

Sejarah Danau Toba menurut Cerita rakyat

Sejarah Danau Toba – Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata favorit di daerah Sumatera yang sering dikunjungi oleh para wisatawan adalah Danau Toba. Danau ini terletak pada tengah-tengah provinsi Sumatera Utara dan dikelilingi oleh kab. Samosir, kab. Simaungun, kab. Humbang Hasundutan, kab. Karo, kab. Dairi dan kab. Tapanuli Utara.

Danau tekto-Vulkanik ini adalah danau yang terbesar di Asia Tenggara karena memiliki panjang 87 km, lebar 2 km, ketinggian lokasi 904 meter diatas permukaan laut dan kedalaman danau Toba mencapai 505 meter.Secara Geografis,Danau Toba terletak pada koordinat 980,30° s/d 990,01° Bujur Timur dan 20,24° s/d 20,48° Lintang Utara.

Danau Toba dikelompokan sebagai daerah yang beriklim tropis basah dengan tipe iklim C hingga E, shunya berkisar antara 170°c hingga 290°c dan kelembapan udara rata-rata 85,04%.Dari Danau Toba ini, mengalir sebuah sungai besar yang bernama sungai Asahan. Sungai ini mengalirkan air ke daratan rendah hingga ke daerah perairan selat Malaka di timur pulau Sumatera. Derasnya aliran sungai ini pada akhirnya digunakan oleh pemerintah setempat sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Sejarah Danau Toba dan Awal Mula Terbentuknya

Sejarah Danau Toba
wikipedia.org

Dalam sejarah, Sebelumnya Danau Toba merupakan gunung berapi yang disebut gunung Toba. Gunung ini memiliki kantung magma yang sangat besar, yang apabila meletus akan menghasilkan daya ledak yang sangat dahsyat.Kantung magma Gunung Toba disuplai oleh banyaknya lelehan sedimen lempeng benua yang saling beresek secara hiperaktif, yaitu lempeng Indo-Australia yang memiliki banyak kandungan sedimen dan lempeng Eurasia yang menjadi tempat duduknya pulau Sumatera.

Letak kedua lempeng itu berada pada kedalaman 150 km dibawah bumi.Gesekan dari lempeng Indo-Australia dan Eurasia menghasilkan panas, sehingga melelehkan bebatuan sekitar. Setelah itu lelehan tersebut naik ke atas menjadi magma. Oleh karena seringan kedua lempeng tersebut bergesekan, magma yang dihasilkan cukup banyak dan dapat menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat.

Dari beberapa literatur, tercatat bahwa gunung Toba pernah mengalami letusan sebanyak 3 kali.

  1. Letusan pertama gunung Toba terjadi sekitar 800 ribu tahun yang lalu dan membentuk kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Porsea dan Prapat.
  2. Letusan kedua terjadi sekitar 500 ribu tahun yang lalu dan menghasilkan kaldera di utara Danau Toba, yaitu daerah antara Haranggaol dengan Silalahi.
  3. Gunung Toba terakhir meletus pada 74.000 tahun lalu. Letusan terakhir ini disebut-sebut sebagai letusan paling dahsyat dalam sejarah Dunia. Meskipun sama sekali tidak tercatat di dalam buku, namun bukti-bukti ilmiahnya bisa ditemukan di masa kini.

Para ahli memperkirakan bahwa letusan gunung Toba menghasilkan ledakan supervulkanik dengan skala yang besar sekitar 8.0 Volcanic Explosivity Index (VEI). Apabila dibuat perbandingan, ledakan bom nuklir yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki memiliki daya ledak 0,015 megaton TNT, letusan pada gunung Krakatau memiliki daya ledak sebesar 150 megaton TNT, maka letusan gunung Toba diperkirakan memiliki daya ledak 26.000 megaton TNT dan mampu menghancurkan area Sumatera seluas sekitar 20.000 km².

Letusan gunung Toba yang terakhir kali terjadi memuntahkan lebih dari 1.000 km² material letusan. Ketinggian letusannya mencapai 50 km. Material abunya menyebar ke seluruh atmosfer bumi, sehingga menutupi cahaya matahari yang bersinar ke bumi selama beberapa tahun. Akaiatnya temperatur bumi pada saat itu turun hingga 3-5°c.

Selain menghasilkan tsunami yang besar, letusan gunung Toba juga menyebabkan kematian massal manusia dan spesies makhluk hidup lainnya. Dari beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan, letusan gunung Toba diduga menyusutkan sekitar lebih dari 60% populasi manusia pada saat itu, yaitu sekitar 60 juta jiwa.

Dugaan ini berdasarkan pada dua hal Pertama, material abu yang jatuh ke seluruh permukaan dunia menyebabkan habitat manusia tertimbun. Kedua, dengan tidak adanya cahaya yang masuk mengakibatkan fotosintesis pada tumbuhan terhambat. Hal ini berakibat pada langkanya bahan makanan, sehingga menyebabkan kelaparan yang luar biasa yang berujun pada kematian masal.

Setelah gunung Toba meletus, gunung ini memebentuk kaldera yang kemudian terisi air, akirnya menjadi danau yang besar dan merupakan danau terbesar di dunia. Danau inilah yang dikenal dengan nama danau Toba.

Sejarah Danau Toba Menurut Cerita Rakyat

Sejarah Danau Toba menurut Cerita rakyat
wisatadewatabali.worpress.cm

Di wilayah sumatera, hiduplah seorang petani yang sangat rajin mencari nafkah. Ia hidup seorang diri. Setiap hari Ia selalu bekerja menggarap ladan dan juga mencair ikan dengan tekun dan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari.

Keesokan harinya, petani tersebut pergi ke sungai dekat tempat tinggalnya untuk mencari ikan. Dengan berbekan sebuah kali, umpan dan tempat untuk tangkpannya, Ia pun langsung bergegas menuju sungai. Setelah sampai di sungai, petani tadi langsung melemparkan kailnya. Sembari menunggu kailnya di hampiri ikan, petani tersebut berdo’a, “Ya Allah, semoga aku mendapatkan ikan yang banyak hari ini”. Beberapa saat kemudian setelah berdo’a, kail yang Ia lemparkan tadi bergoyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersbut terkejut dan merasa sangat senang, karena ikan yang Ia dapatkan sangat besar dan cantik sangat cantik.

Ikan Cantik

ikan mas danau toba
ilmusejarah.com

Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannga, petani itu sangat terkejut mendengar ikan tangkapannya bisa berbicara, “Tolong aku, jangan makan aku pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan tersebut. Tanpa banyak tanya, ikan tangkapan tersbut langsung dikembalikan kedalam air. Setelah mengembalikan ikan tersebut kedalam air, petani tersebut bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi wanita yang sangat cantik.

“Jangan takut pak, aku tidak akan menyakiti bapak”, kata si ikan. “Siapa kamu? Bukankah kamu seekor ikan?”, Tanya si petani, “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena aku melanggar aturan kerajaan”, Jawab wanita itu. ” Terima kasih, engkau telah membebaskan kau dari kutukan, sebagai imbalannya aku bersedia menjadi isti engkau”, Kata wanita itu. Petani tersebut berpikir dan menyetujuinya.

Perjanjian dan Malapetaka

sejarah danau toba
ilmusejarah.com

Maka jadilah mereka menjadi suami istri. Akan tetapi, ada sebuah janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak menceritakan asal-usul Putri. Apabila janji itu dilanggar, maka akan terjadi petaka yang sangat dahsyat (cerita). Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya mereka mencapai kebahagiaan, karena mereka dikaruniai seorang anak laki-laki.

Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat kuat dan tampan, akan tetapi ada kebiasaan buruk yang membuat semua orang heran. Anakn tersebut selalu merasa lapar dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa meninggalkan sisa.

Hinga pada suatu hari anak petani tersebut mendapatkan tugas dari ibunya untuk megantarkan makanan dan minuman ke sawah ditempat ayahnya bekerja. Akan tetapi tugasnya tidak bisa Ia penuhi. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahapnya tanpa meninggalkan sisa dan setelah itu Ia tertidur di dalam gubuk.

Petani menuggu kedatangan anaknya sambil menahan rasa haus dan lapar. Karena tidak tahan untuk menahan lapar, petani tersebut langsung ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, petani tersebut melihat anaknya yang sedang tidur di dalam gubuk. Petani tersebut langsung membangunkannya “Hei bangun!” Teriak petani tersebut.

Setelah anaknya terbangun, petani tersebut langsung menanyakan makanannya, “Mana makanan ayah?”,Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani tersebut langsung memarahi anaknya. “Anak tidak tau diuntung! Tidak tahu diri! Dasar anak ikan!” umpat petani tanpa menyadari telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya.

Setelah petani tersebut mengucapkan kata-kata tersebut, seketika saja anak dan istrinya hilang tanpa bekas dan jejak. Dari bekas innjakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air tersebut meluap sangat tinggi dan luas, sehingga membentuk sebuah telaha. Dan akhirnya membentuk sebuah danau, danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba.

Pulau yang Berada di Tengah Danau Toba

Di tengah Danau Toba, terdapat lima buag pulau yang membuat pemandangan alamnya menjadi semakin indah. Pulau-pulau tersebut muncul disebabkan tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar. Lima pulau tersebut diantaranya:

1. Pulau Tao

sejarah danau toba pulau tao
ilmusejarah.com

Pulau Tao memiliki nama lain yaitu pulau Malau. Pulau ini memeliki ukuran yang kecil, panjang yang dimiliki pulau ini sekitar 1 km dan terletak di sebelah timur pula Samosir. Pulau Tao atau Malau termasuk ke dalam wilayah kecamatan Simanindo.

Pada pulau ini dulunya terdapat sebuah hotel dan juga restoran, akan tetapi karena pulau ini jarang dikunjungi oleh wisatawan, akhirnya hotel tersebut ditutup. Hanya restorannya saja yang hingga kini masih aktif beroperasi. Dari pulau ini para wisatan bisa melihat dengan jelas pemandangan bukit barisan dan juga keutuhan pulau Samosir.

2. Pulau Samosir

sejarah danau toba dan pulau samosir
ilmusejarah.com

Pulau Samosir merupakan pulau tengah terbesar yang kelima di Dunia. Pulau ini memiliki ketinggian kurang lebih 1.000 meter atau 1 kilo meter diatas permukaan laut. Konon, dahulu pulau ini menyatu dengan pulau Sumatera dan berbentuk seperti sebuah tanjung di Danau Toba. Kemudian di masa penjajahan Belanda dibangunlah kanal sungai sehingga memutuskan dataran Samosir dan dataran Sumatera. Akhirnya Pulau Samosir terpisah dengan Danau Toba dan menjadi pulau sendiri.

Pulau Samosir ini telah berabad-abad dihuni oleh penduduk dari suku batak. Mereka mengembangkan budayanya di Pulau Samosir dan tepi Danau Toba, serta mengembangkan keturunan mereka menjadi lima kelompok suku, diantaranya, Angkola-Mandailing, Simalungun, Karo, Pakpak-Dairi dan Toba.

Pada saat ini pulau Samosir termasuk kedalam wilayah Kabupaten Samosir yang baru dimekarkan di tahun 2003 dari bekas Kabupaten Toba-Samosir. Di pulau Samosir ini sendiri terdapat enam kecamatan dari sembilan kecamatan yang masuk kedalam Kabupaten Samosir.

3. Pulau Sibandang

Sejarah danau toba dan pulau sibandang
ilmusejarah.com

Pulau Sibandang merupakan pulau terbesar kedua di Danau Toba dan terletak di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Pulau Sibandang sendiri memiliki ketinggian mencapai 1173 meter diatas permukaan laut. Bibir pantai pulau ini terbentuk dari batuan yang tersusun rapi secara alami, sehingga menambah daya tarik dan keindahan pesona alamnya.

Pulau Sibandang biasa dikenal juga dengan nama Pulau Mangga, karena merupakan salah satu pusat penghasil buah mangga yang memiliki rasa yang enak dan manis. Pulau Sibandang ini memiliki penghuni sekitar 800 kepala keluarga yang terdiri dari 4 marga, yaitu marga Simare-mare, marga Siregar, marga Oppusunggu dan marga Rajagukguk. Selain mangga, sumber penghasilan masyarakat ini berasal dari tangkapan laut yang seperti ikan pora-pora dan ikan lainnya.

4. Pulau Toping

Pulau Toping terletak di ujung Danau Toba, tepatnya di desa Silalahi Kab. Dairi. Menurut informasi yang berkembang, kedalaman dari Danau Toba hanya bisa diukur pada kawasan Silalahi ini. Sama halnya seperti pulau SIbandang, Pulau Toping yang memiliki ukuran kecil ini dikelilingi oleh bebatuan kecil yang tersusun rapi secara alami, sehingga menjadi nilai tambah dari indah pesona alamnya.

5. Pulau Tulas

Secara administratif, Pulau Tulas berada di Kecamatan Sianjur Mulamula Kabupaten Samosir. Letaknya berada tepat di titik 98° 38′ 43″ Bujur TImur dan 02° 38′ 37″ Lintang Utara. Pulau ini disebut-sebut juga masih perawan karena belum pernah dijejaki oleh manusia. Permukaan pulau ini diselimuti oleh hamparan berwarna hijau, karena hanya ditumbuhi oleh semak belukar dan beberapa jenis hewan yang hidup.

Dari kelima pulau tersebut, pulau yang paling terkenal dan paling sering dikunjungi oleh para wisatawan adalah pulau Samosir.