Sejarah Ekonomi Islam Di Indonesia dan Perkembangannya Dari Masa Rasulullah

Prinsip ekonomi dalam islam

Sejarah Ekonomi Islam – Islam sudah mengatur setiap lingkup kehidupan manusia mulai dari sesuati yang paling kecil dari asasi hingga pada sesuatu yang memerlukan pemaknaan dan kedalaman dalam berpikir untuk mengembangkan semua keteraturan tersebut.

Sejarah Ekonomi Islam Pada Masa Rasulullah

Oleh sebab itu, salah satu lingkup kehidupan manusia yang berpotensi seperti pada ekonomi juga tidak luput dari jangkauan keteraturannya. Pada saat ini, para cendekiawan muslim sudah menerjemahkannya kedalam satu kerangka fikir sistem ekonomi Islam.

Sebab karena ekonomi Islam adalah derivasi daripada Islam itu sendiri, maka ekonomi Islam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan (Integral) dari Islam dan akan selalu mengikuti ajaran Islam dalam setiap aspek dan pengembangannya.

Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Sejarah Ekonomi Islam
ilmusejarah.com

Ekonomi Islam memadukan antara prinsip-prinsip Ilahiyah (Ketuhanan) dengan prinsip Insaniyah (Kemanusiaan) yang mana diantara keduanya terkandung jembatan kehidupan (kebutuhan hidup) yang menghubungkan. Ekonomi Islam juga adalah salah satu bentuk integral dalam mengandung dua kekuatan besar yang mempengaruhi kehidupan dunia, yaitu ekonomi dan agama.

Tersatunya dua kekuatan besar dalam satu wadah ekonomi Islam adalah penyatuan kembali bahwa kehidupan ini bersumber dan menyebar pada yang Satu, Allah Subhanahu Wata’ala sebagaimana prinsip Tauhid. Prinsip Tauhid menyaakan adanya kesatuan alam semesta, kesatuan kebenaran serta pengetahun dan juga kesatuan hidup atas dasar hukum Allah untuk mencapai ridho Allah.

Sehingga tidak ditemukan kontradiksi diantara dua hal, terlebih jika terdapat hal-hal yang dapat mempengaruhi pribadi setiap Muslim menjadi pribadi yang pecah belah (Split Personality). Karena semuanya bersatu dan berjalan dengan hukum keseimbangan-Nya.

Teori dan Praktik Ekonomi Islam

Prinsip ekonomi dalam islam
ilmusejarah.com

Teori dan praktik Ekonomi Islam merupakan usaha untuk meraih suatu visi Islam rahmatan lil’alamin, kebaikan, kemakmuran alam semesta dan kesejahteraan, dimana semua makhluk hidup dan semua ciptaan Allah hidup dan ada didalamnya, terutama manusia sebagai makhluk hidup yang ditakdirkan Allah untuk menjaga dengan semua keteraturannya, hal tersebut termasuk dalam ekonomi Islam dan perkembangannya.

Sejarah Ekonomi Islam berawal dari diangkatnya Muhammad Shalallahu’alaihi Wassalam sebagai Rasul pada usia ke-40 tahun. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam menetapkan semua kebijakan yang berikutnya diikuti oleh pengganti-pengganti beliau Khulafaur Rasyidin. Pemikiran ekonomi Islam berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam membentuk sebuah majelis syura yang mempunyai tugas untuk mencatat wahyu, dan pada akhirnya pada tahun 6 Hijriah sekretaris telah tebentuk. Demikian juga dengan delegasi di negara-negara lain.

Sistem Perekonomian di Masa Rasulullah

Seteah Rasulullah berada di Madinah, maka dalam waktu yang singkat Madinah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Rasulullah sudah memimpin semua pusat pemerintahan Madinah, menerapkan prinsip pemerintahan dan organisasi, membangun institusi-institusi, membimbing para sahabat dalam memimpin, mengarahkan urusan luar negeri dan pada akhirnya melepaskan jabatan beliau secara penuh.

Banyak hal-hal strategis yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam pada masyarakat baru di Madinah, terkhusus mengenai perekonomiannya, diantaranya yaitu:

  1. Membangun mesjid utama sebagai tempat untuk mengadakan forum bagi para pengikutnya;
  2. Merehabilitasi muhajirin Mekkah di Madinah;
  3. Menciptakan kedamaian dalam negara;
  4. Mengeluarkan hak dan kewajiban bagi warga negaranya;
  5. Membuat konstitusi Negara;
  6. Menyusun sistem pertahanan Madinah;
  7. Meletakkan dasar-dasar sistem keuangan negara.

Dua hal penting yang sudah dijalani dan diubah oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam pada saati itu; pertama, adanya fenomena unik yaitu bahwa Islam sudah membuang sebagian besar tradisi, norma-norma, ritual, patung-patung dan tanda-tanda dari masa lampau dan memulai yang baru dengan negara yang bersih.

Semua peraturan dan deregulasi disusun berdasarkan AL-Qur’an dengan memasukkan karakteristik dasar dari Islam, seperti persamaan, persaudaraan, keadilan dan kebebasan. Kedua, Negara baru dibentuk tanpa menggunakan sumber keuangan maupun moneter, karena negara yang baru terbentuk ini sama sekali tidak memiliki warisan atas harta, dana maupun persediaan dari masa lalu, sementara keuangan pun belum ada.

Sesuai Syariat

Sistem perekonomian di masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam merupakan sistem perekonomian yang telah disyariatkan dalam islam. Sistem ekonomi di masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam sangat kompleks dan sempurna meskipun di masa kepemimpinan lainnya masih dilakukan perbaikan.

Jenis-jenis kebijakan baik berupa penghasilan dan pengeluaran keuangan di masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam lebih memerlukan kesejahteraan rakyat. Tidak di waktu saat sekarang ini, dimana kebijakan-kebijakan ekonomi memberatkan dan mencari keuntungan pribadi.

Sejarah ekonomi islam umumnya berasal dari ide dan praktek ekonomi yang sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam, para Khulafaur Rasyidin dan juga para pengikut-pengikut beliau. Dapat dipastikan praktek ekonomi yang sudah dilakukan oleh masyarakat sesudah masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam , bisa dibilang sebagai tumpuan sejarah ekonomi Islam selama ini masih sesuai ajaran Islam.

Sejarah Ekonomi Islam di Masa Khulafaur Rasyidin

Perekonomian pada masa khulafaur Rasyidin sudah dimulai perluasan wilayah kekuasaan dan inovasi-inovasi di bidang ekonomi. Seperti di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, dimana beliau menggunakan BMT secara optimal dan membentuk Dewan Islam yang pertama.

Abu Yusuf adalah serang ekonom pertama di periode pemerintahan Khilafah Umar bin Khattab. Kitabnya yang berjudul Al-Kharaj banyak mengulas ekonomi publik, khususnya di bidang perpajakan dan peran negara terhadap pembangunan ekonomi. Kitab ini mencakup berbagai macam bidang diantaranya yaitu, mengenai pemerintahan, keuangan negara, pertahanan, peradilan dan juga perpajakan.

Pada masa pemerintahan yang berikutnya, lahir seorang ahli yang bernaman Al-Ghazali dengan kitabnya yang berjudul Ihya ‘Ulum al-Din. Kitab tersebut berisi pembahasan ekonomi yang mencakup luas, secara garis besar dapat dibagi menjadi; pertukaran dan evolusi pasar, produksi, evolusi uang, barter dan juga peranan negara serta keuangan publik.

Lahirnya Ilmuwan-ilmuwan Muslim

Setelah itu diiringi dengan lahirnya ilmuwan baru Moh. Iqbal dalam sebuah karyanya yang berjudul Puisi dari Timur, Ia memperlihatkan tanggapan Islam pada sistem kapitalisme dan reaksi ekstrem dari komunisme. Sedangkan pada masa periode kontemporer lahirah ekonom-ekonom seperti Umar Chapra, Mannan dan ekonom-ekonom lainnya.

Dari sejarah ekonomi ini bisa kita simpulkan bahwa pemikiran ekonomis Islam telah lama lahir sejak masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalamdan mempunyai aturan yang sangat baik dan juga jelas. Pemikiran-pemikiran tersebut banyak diadopsi oleh sistem perekonomian Barat dan setelah itu banyak juga yang seperti terlahir di Barat karena banyak hal yang sudah disemukan.

Pemikiran ekonomi pada kalangan pemikir muslim banyak mendominasi pemikiran ekonomi dunia di masa diwaktu Barat masih di masa kegelapan (Dark Age). Islam mengalami puncak kejayaan pada berbagai bidang dan masa di masa tersebut.

Sejarah sudah membuktikan bahwa pemikir Muslim merupakan penemu, pengembang, pokok dasar dalam setiap bidang ilmu. Nama-nama pemikir Muslim menyear kemana-mana menghiasi arena ilmu-ilmu pengetahuan. Baik itu pada ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial. Mulai dari ilmu filsafat, astronomi, ilmu optik, matematika, bioogi, sejarah, sosiologi, kedokteran, psikologi, perdagogi hingga ilmu sastra dan juga termasuk pada ilmu ekonomi.

Sejarah Ekonomi Islam